Ngaji Itu Tidak Harus Menunggu Waktu Tua
Membaca al-Qur'an adalah kegiatan yang sulit dirutinkan, mengapa? Karena secara finansial tidak menguntungkan, apalagi bagi mereka yang memiliki doktrin time is money (waktu adalah yang).
Tetapi bagi mereka yang menginginkan kisah hidupnya berakhir dengan keindahan, mereka akan menjadikan al-Qur'an sebagai teman hidupnya, meluangkan waktu untuk membaca dan mentadabburinya, karena ia yakin pada setiap ayat, huruf, surat dari al-Qur'an itu adalah kebaikan.
Mereka yang membaca al-Qur'an itu meyakini, bahwa mereka sedang menghadapi dua hal yaitu hari hisab dunia (menghitung persiapan diri menuju kehidupan akhirat sehingga ia berusaha menyibukkan diri dengan amal sholeh) dan hisab akhirat (hari dihitungnya setiap amal perbuatannya didunia)
Ia yang meluangkan waktu untuk membaca al-Qur'an meyakini bahwa ia sedang menunggu dua waktu, yaitu datangnya waktu shalat dan datangnya waktu dishalatkan, sehingga ia menyibukkan diri dengan amal kebajikan yang ia timba ilmunya didalam al-Qur'an.
Allah Swt berfirman:
Allah Swt berfirman:
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ
Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu). (al-Mu'minun:43)
Manusia tidak mengetahui kapan ia menghadapi kematian (sebagai sebuah pintu menuju kampung akhirat wilayah pengadilan dan pembalasan amal), bagaimana kita akan meninggal, itu adalah misterius problem, maka satu-satunya cara menjemput keindahan akhir hidup adalah dengan bersiap dengan amal sholeh.
Membaca al-Qur'an adalah Peta amal sholeh itu dapat kita temukan.
Lalu bagaimana cara kita bisa secara rutin membaca al-Qur'an? Cara terbaik adalah berkumpul bersama para penghafal al-Qur'an dan para pembaca al-Qur'an.
Komunitas para pembaca al-Quran akan memotivasi kita lebih dekat dengan al-Qur'an. Jika kita kesulitan membaca al-Qur'an atau kurang fasih membacanya bersama komunitas al-Qur'an kita akan terbimbing bagaimana cara membaca al-Qur'an dengan baik dan benar.
Lebih baik kita berpayah-payah didunia dari pada kesulitan beradaptasi di akhirat.
Allahu a'lam.
Azis Maulana

Komentar
Posting Komentar