Santri Komunitas, Meski Tidak Mondok Tetap Menghafal Al-Qur'an

Branta Pesisir,- Al-Qur'an adalah pedoman hidup umat Islam, oleh karenanya agar seorang Muslim menjadi muslim yang kaffah (sempurna) maka ia harus mempelajari al-Qur'an. Dalam al-Qur'an terdapat perintah dan larangan, menaati perintah dan meninggalkan larangan akan menghantarkan Muslim menjadi Muslim yang hakiki.

Supaya al-Qur'an ini dapat dipahami untuk diamalkan, maka al-Qur'an harus dijarkan kepada generasi Muslim sejak usia dini, dengan begitu ketika ia sudah akil baligh (dewasa) ia mampu memahami kandungan isi al-Qur'an serta dapat mengapilikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di Desa Branta Pesisir Kec. Tlanakan Kabupaten Pamekasan, setiap hari Ahad pagi dan malam jumat, ratusan orang mengikuti kegiatan tahfidz qur'an yaitu program menghafal al-Quran. Para peserta tahfidz qur'an ini berasal dari warga sekitar dan sejumlah desa di kec. Tlanakan.

"Mereka ini tidak mondok (tidak tinggal dan belajar di pondok pesantren), tapi mereka punya semangat untuk menghafal al-Qur'an, kami fasilitasi agar mereka juga merasakan indahnya menghafal al-Qur'an" Terang Azis Maulana, Pembina Rumah Qur'an Mulia Pamekasan yang membina komunitas penghafal al-Qur'an di pinggiran pantai tersebut.

Lebih lanjut Dosen IAI Al-Khairat Pamekasan ini menuturkan bahwa peserta kegiatan tahfidz itu pada usia PAUD, TK dan SD

Dalam rangka menfasilitasi generasi Muslim, Rumah Qur'an Mulia Pamekasan membentuk komunitas-komunitas penghafal al-Qur'an, diantaranya di Desa Branta Pesisir dan Di Desa Tlanakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wakaf 42 Al-Qur'an Metode Tikrar